5 Tata Cara Makan dan Minum Sesuai dengan Sunnah Rasulullah



1. Berdo’a Sebelum Makan Atau Minum

Menurut penelitian dari Ilmuwan Jepang, dr. Masaru Emoto, ternyata air itu hidup dan juga dapat merespon positif ataupun negatif dari perlakuan manusia kepadanya. Dr. Masaru Emoto berhasil mendapatkan foto kristal air pertama di dunia bersama sahabatnya yang adalah seorang ilmuwan yang ahli dalam mikroskop, Kazuya Ishibashi. Foto Kristal itu di dapat dengan cara membekukan air pada kondisi -25°C dan difoto dengan alat foto berkecepatan tinggi.
Berdo'a Sebelum Makan (c) youtube Hasilnya adalah, bahwa air menangkap getaran rasa dalam bahasa apapun, getaran air dapat merambat ke molekul air di tubuh manusia, kemudian mempengaruhi perilaku manusia. Hal tersebut juga didukung oleh hadits, “Apabila seorang kalian ingin makan, hendaknya dia membaca ‘bismillah’. Dan jika ia lupa membaca di awalnya, hendaknya dia membaca ‘bismillah fii awwalihi wa aakhirihi.” (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 1513)


2. Makan dan Minum Sambil Duduk

Rasulullah selalu mengajarkan untuk makan dan minum dengan cara duduk, tidak dengan berdiri. Selain secara etika jauh lebih sopan, juga karena ada sebuah pembuktian secara ilmiah bahwa makan dan minum sambil duduk jauh lebih menyehatkan daripada melakukannya sambil berdiri. Dalam tubuh kita ada semacam sfringer atau penyaring yang berupa suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka dan menutup. Nah, makanan atau minuman yang mengandung air itu jika kita telan dalam keadaan berdiri, maka akan membuka sfringer, sehingga air bisa masuk begitu saja ke dalam kandung kemih tanpa disaring. adab makan dan minum rosulullah (c) gajeitusederhana

 Sedangkan sebaliknya jika kita melakukan makan dan minum sambil duduk, maka air dari makanan atau minuman akan melewati dulu sfringer yang tertutup dan disaring dengan bersih saat akan masuk ke kandung kemih. Hal ini juga diperkuat oleh hadits, “ Nabi Muhammad SAW bersabda, Janganlah sekali-sekali salah seorang dari kalian minum sambil berdiri, barangsiapa lupa hendaklah dia memuntahkannya.” (HR. Muslim). Dan juga hadits berikut, “Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qatadah berkata, Bagiamana dengan makan? Beliau menjawab, Itu lebih buruk lagi.” (HR. Muslim dan Turmudzi).

3. Diawali Dengan Makan Buah

Dalam sebuah penelitian, membuktikan bahwa memakan buah di awal sebelum makan bisa memicu getah lambung untuk segera keluar dan akan membantu proses pencernaan makanan yang lain. Enzim dari tubuh dapat membantu tubuh untuk mencerna karbohidrat, protein, dan lemak. Makan Buah (c) klikpintarSedangkan menurut penelitian dr. Muhammad Suwardi, bahwa buah yang dikonsumsi sebagai hidangan penutup atau pencuci mulut justru hanya akan menjadi sampah dalam tubuh karena tidak dicerna secara alami di lambung namun ikut berkumpul bersama dengan makanan selama berjam-jam dalam kubangan asam lambung yang pekat. (Disebutkan dalam Buku Al-Qur’an The Amazing Secret). Mengkonsumsi buah juga dikuatkan dalam QS. Al-Waqi’ah ayat 20-21, “Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan dag

4. Tidak Meniup Makanan Atau Minuman

Dalam sebuah hadits disebutkan, “Dari Abu Qatadah ra., Rasulullaah SAW bersabda, Apabila kalian minum janganlah bernafas di dalam gelas, dan ketika buang hajat, janganlah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan.” (HR. Bukhari 153). Dan ternyata dari hasil penelitian membuktikan bahwa ketika air (H2O) bertemu dengan CO2 yang dihembuskan dari mulut, maka akan menghasilkan persenyawaan H2CO3, asam karbonat
.Adab Makan (c) ummuainni
Dan jika asam karbonat itu masuk dalam tubuh maka bisa mengakibatkan penyakit jantung. Selain itu, mulut manusia yang penuh kuman atau mikroorganisme juga dapat mencemari makanan atau minuman dan ikut masuk ke dalam tubuh untuk dicerna.


5. Makan Dengan Tangan, Tiga Jari

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada Oktober 2010, membuktikan bahwa dalam tangan terdapat enzim RNAse yang dapat mengikat bakteri sehingga aktivitasnya menjadi rendah dan melemah ketika masuk bersama makanan atau minuman dalam pencernaan tubuh. Sebaliknya ketika kita makan menggunakan sendok maka tak aka noda yang menahan laju bakteri tersebut sehingga aktivitasnya masih kuat. Dalam tangan juga terdapat energi yang besar, sehingga mampu mendorong zat-zat makanan yang telah tercerna dalam tubuh bisa berfungsi dengan maksimal di dalam tubuh.
 Hal ini juga diperkuat dalam sebuah hadits, “ Dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah bersabda, Jika salah seorang diantaramu makan, maka hendaklah ia menjilati jari-jemarinya, sebab ia tidak tahu dari jemari mana munculnya keberkahan.” (HR. Muslim).





Komentar

Postingan populer dari blog ini

MADING

MYBEST

AEROMODELLING